Senin, 29 Agustus 2016

Tumbuh, Bertumbuh dan Pertumbuhan

Bertani adalah kegiatan yang mengasyikan. Kita bisa belajar banyak hal tentang tanah, tanaman dan air. Selain itu kita juga bisa belajar mengaenai pertumbuhan tanaman. Istilah "Pertumbuhan" sering kita sebut. Untuk menggambarkan sebuah perubahan ukuran bentuk dan lain-lain. Namun dalam rangka memperkaya pemahaman, ada baiknya kita membacar Pengertian Pertumbuhan Menurut para pakar yang berasumber dari www.pengertianpakar.com, sebagai berikut :

1. Menurut Webster, Pengertian Pertumbuhan adalah proses penambahan ukuran dan pembesaran sel yang progresif yang mencerminkan pertumbuhan protoplasma.

2. Menurut Harjadi, Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah penambahan tinggi tanaman dan jumlah daun serta berat kering yang tidak dapat kembali ke bentuk semula.

3. Pengertian Pertumbuhan menurut Goldsworthy, Pertumbuhan adalah kenaikan dalam bahan tanaman, suatu proses total yang mengubah bahan mentah secara kimia dan menambahkannya dalam tanaman. Pertumbuhan tanaman terjadi pada tingkat mikroskopik saat sel membesar dan membelah sehingga terjadi pengembangan bagian tanaman yang dapat terlihat.

Dari pengertian pertumbuhan tanaman di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah suatu proses penambahan ukuran, penambahan jumlah sel dan penambahan jumlah daun yang tidak akan kembali lagi pada bentuk semulanya.

Ukuran suatu pertumbuhan adalah berat bersih. Berat basah atau berat segar suatu tanaman sangat mudah berubah, tergantung pada kadar air yang dikandungnya. Bila jaringan tanaman mengering maka akan kehilangan berat segarnya. Sekitar 90 persen kandungan bahan kering tanaman merupakan hasil dari fotosintesis. Berat kering tanaman juga memberikan suatu dasar untuk mengamati biji karena nilai energi makanan yang berguna bagi manusia adalah biji, umbi atau akar penyimpanan sangat erat hubungannya dengan berat keringnya. Menurut Gastal dan Durand, Pertumbuhan tanaman dihasilkan dari interaksi antara genome dan lingkungan.

Fase Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman terdiri atas 2 fase, yaitu Fase Vegetatif dan Fase Generatif.
Fase pertumbuhan tanaman vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang yang baru. Fase vegetatif ini berhubungan dengan 3 proses penting, yaitu : (1) pembelahan sel, (2) Perpanjangan sel, dan (3) tahap pertama dari diferensiasi sel.

Fase pertumbuhan tanaman generatif terjadi pada pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, buah, bunga dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan, akar-akarnya dan batang yang mempunyai daging. Proses penting yang berlangsung pada fase ini meliputi pembuatan sel-sel yang secara relatif sedikit, penebalan serabut-serabut, pendewasaan jaringan, pembentukan hormon untuk perkembangan kuncup bunga, bunga, buah dan bijinya, pembentukan koloid hidrofilik dan perkembangan alat-alat penyimpanan.

Pertumbuhan tanaman dapat dibedakan menjadi 3 fase, yaitu fase perkecambahan, vegetatif dan generatif. Pertumbuhan awal tanaman lebih banyak menggunakan zat-zat cadangan yang berada di dalam batang. Pertumbuhan vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang. Pertumbuhan generatif terjadi pada pembentukan bunga dan biji. Organ-organ yang mengalami pertumbuhan adalah akar, batang dan daun. Pertumbuhan tanaman yang cepat dan lebat mempengaruhi kadar bahan kering, umumnya pertumbuhan yang cepat pada musim hujan selalu diikuti dengan penurunan kadar bahan kering, sedangkan kadar protein agak meninggi.

Menurut Sitompul dan Guritno, pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik akan mempengaruhi proses fisiologi tanaman, sedangkan faktor lingkungan dipengaruhi oleh temperatur, kadar air tanah dan unsur hara. Faktor lingkungan yang paling mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu : (1) Tanah yang memberi unsur hara dan kelembaban, (2) energi penyinaran dalam bentuk panas dan cahaya, dan (3) Udara yang mengakibatkan karbondioksida dan oksigen.

Sekian pembahasan mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman, semoga tulisan saya mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman dapat bermanfaat.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha Evaluasi Bulanan

Pengurus Kube Tunas Kesuma melaksanakan pertemuan evaluasi program Simpanan Hari Raya.
Dalam satu minggu sejak program simpanan hari ini ditawarkan, sudah ada 150 anggota  terdaftar.
Dalam rapat yang di buka oleh Sulasmi (Sekretaris) dibahas tentang alur dan mekanisme kerja, dan perlengkapan administrasi kelompok.

Rabu, 24 Agustus 2016

Gerakan Tanam 1000 Lusin Batang Pepaya di Tanjung Kesuma

Berapa jumlah uang  yang berasal dari kantong Warga Desa kemudian berpindah dan kemudian beredar Kota besar. Setiap hari warga desa membutuhkan bahan bakar, produk kebutuhan sehari hari dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka membelanjakan uang ke warung, ke pasar yang emudian itu mengalir ke perkotaan sebagai sentra industri.

Sebagian besar produk yang dibeli diproduksi tidak diperdesaan. Artinya uang yang dibelanjakan warga untuk.memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sebagian besar akan mengalir ke pusat2 industri, pusat kegiatan ekonomi yang sebagia besar berada di wilayah perkotaan.

Sementara warga desa lebih banyak memproduksi bahan baku dari hasil bumi (bahan pangan, ternak, sayur mayur dll.).

Saya secara pribadi tergelitik dan ingin tau seimbangkah aliran uang masuk ke warga desa, dengan yang harus dikeluarkan warga desa setiap hari. 

Jika terjadi keseimbangan (sama antara aliran uang masuk dan keluar desa, maka says sebut seimbang. Berarti daya beli warga desa masih bisa disebut baik.

Namun bagaimana jika ada kenaikan harga barang? Jika uang masuk ke desa itu tetap, maka bisa dipsebut daya beli warga desa sedang melemah. Karena uang tersedia jumlahnya tetap, sementara harga beragam barang mengalami kenaikan.

Karena saya bukan ahli ekonomi, tentu saya bukan sedang meneliti secara detil tentang daya beli masyarakat. 

Saya lebih memikirkan bagaimanakah cara meningkatkan produktifitas warga masyarakat desa, agar bisa memproduksi sesuatu yang bernilai uang sehingga uang yang masuk ke sebuah wilayah makin membesar.

Kalau berbicara tentang bidang pertanian, satu satunya cara untuk mendongkrak produktifitas hasil pertanian adalah dengan melakukan intensifikasi lahan pertanian. 

Dalam intensifikasi, Warga dapat Memilih komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dari komoditas yang telah dibudidayakan selama ini. Selain itu intensifikasi juga bisa dilakukan dengan memperbanyak ragam jenis tanaman dalam satu hamparan budidaya. Dengan makin intensifnya budidaya, maka produktifitas lahan bisa ditingkatkan.

Gerakan Pemanfaatan lahan 
Pekarangan warga dengan jenia tanaman produktif, menjadi salah satu tujuan peningkatan produktifitas lahan, sekaligus membuat daya beli masyarakat terjaga.

KUBE Tunas Kesuma Desa Tanjung Kesuma menargetkan bisa menanan 12.000 batang pepaya. Untuk menjamin mekanisme pelaksanaan kegiatan ini berjalan, Kube Tunas Kesuma Induk telah menempuh beberapa upaya diantaranya:

1. Sosialisai Kemitraan Budidaya Pepaya yang dilakukan di setiap dusun (sebanyak 6 Dusun) di Desa Tanjung Kesuma.

2. Membuat acara Pencanangan Gerakan pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Tanam Perdana Pepaya yang melibatkan Unsur Pemerintah Kab. Lamtim (Dinsosnakertrans ), Anggota Legislatif, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan berbagai elemen masyarakat.

4. Telah melakukan penanaman tahap 1 2.500 batang pepaya di Dusun VI Tanjung Kesuma (selesai pertengan Agustus 2016). Dilanjutkan dengan Rencana Tanam Tahap 2 sebanyak 4.500 batang (September 2016) dan 5.000 batang untuk tahap ke 3 (Oktober 2016).

5. Menjalin dan menguatkan kerjasama dengan pihak pemasaran buah pepaya, sebagai jaminan bahwa kemitraan budidaya pepaya yang diselenggarakan Kube Tunas Kesuma ini adalah program uang memiliki prospek jangka panjang.

Ilustrasi sederhana:

Jika terealisasi12.000 batang pepaya dengan produktifitas 100 kg/batang per tahun dengan asumsi harga pepaya = Rp 1.000 /kg maka setiap batang menghasilkan Rp. 100.000,-/tahun. Jika di kalikan 12.000 batang maka jumlah hasil pepaya yang dihasilkan warga desa Tanjung Kesuma bisa mencapai Rp. 1,2 Milyar /tahun. Uang ini adalah milik warga yang menanam pepaya dan secara otomatis akan mengalir masuk ke desa.  

Dengan demikian sangat bijaksana jika Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan tanaman produktif didukung oleh berbagai pihak terutama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Instansi terkait. Dukungan yang dihatapkab warga masyarakat ini lebih diutamakan dukungan penguatan kelembagaan, manajemen kelompok, dan penguatan sistem pemasaran. 

Tak kalah penting adalah pembinaan pada bidang teknis budidaya, penangan pasca panen dan diversifikasi produk olahan pepaya perlu mendapat perhatian. 


Penulis:
Suyatno,SP.
1. Pengurus Seksi Pereknomian Rakyat di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tanjung Kesuma
2. Sekretaris Forum Pemberdayaan Masyarakat "Cemerlang Bersama" Lampung Timur.
3. Petani Pepaya

Pendaftaran Anggota Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha di Mulai

Ani Fitriani sedang Melayani Pendaftaran Anggota
KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha (Dok. DS)
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha telah memulai kegiatan pendaftaran Simpanan Kebutuhan hari Raya 1438 H atau tahun 2017. Menurut Ani Fitriani (bendahara Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha), Sejak diluncurkannya Program Simpanan Kebutuhan Hari Raya minggu lalu, antusias warga msyarakat Desa Tanjung Kesuma dan desa sekitarnya cukup bagus. Setiap hari ia selalu menerima pendaftaran anggota baru.

Menurut Ani Fitriani, Simpanan Kebutuhan Hari Raya terbuka untuk warga masyarakat, yang ingin menyimpan uang untuk persiapan Hari Raya tahun mendatang. Ani menyebutkan dalam penawaran yang di berikan oleh Kube kepada Warga masyarakat, di sediaakan aneka kebutuhan hari raya seperti Kue Basah, Kue Kering, Biskuit dan beberapa camilan khas lebaran. Sedangkan pada kebutuhan Sembako disediakan Terigu, Gula, Minyak Goreng, mentega dan lain-lain. Tak ketinggalan meinuman ringan khas lebaran juga disediakan.

Suprihatin Warga Dusun II Tanjung Kesuma udai melakukan
Pendaftaran Anggota 
KUBE Tunas Kesuma
Sub Bidang Serba Usaha (Dok. DS)
Ani menambahkan bahwa warga yang berniat menyimpan uang di Kelompok dapat memilih jenis barang yang dibutuhkan nanti pada saat hari raya. Setelah warga memilih, kemudian di hitung jumlah uang yang akan disimpan di kelompok dalam setiap minggu. Ani menyebutkan bahwa program Simpanan ini akan berlangsung selama 40 Minggu terhitung sejak Minggu ketiga Agustus 2016 dan akan selesai pada pertengahan Juni 2017.

Menurut Ibu tiga orang anak ini, besar simpanan warga bervariasi mulai Rp. 10.000,-  hingga Rp. 30.000,- per Minggu. Berapapun nilainya tidak masalah bagi Kelompok, yang penting warga mulai menyadari bahwa jika kebutuhan Hari Raya jika dikeluarkan sekaligus akan membebani pengeluaran warga. Atas dasar inilah Program Simpanan Kebutuhan Hari Raya, bisa menjadi sarana mengatasi beban pengeluaran Hari Raya yang biasanya di keluarkan sekaligus menjelang hari raya.

Rabu, 17 Agustus 2016

Cara Pemupukan Pertama Tanaman Pepaya

Cara melakukan Pemupukan Pertama pada Tanaman Pepaya
1. Menyiapkan Pupuk
2. Membuat Lubang disekitar Tanaman dengan kedalaman 10 cm dengan jarak 25 -30 cm melingkar.
3. Taburkan pupuk secara merata
4. Timbun lubang pupuk dengan tanah
5. Lakukan penyiraman

Kube Tunas Kesuma Ajak Warga Simpan Kebutuhan Hari Raya


Pada Minggu  14 Agustus 2016, Sekelompok Ibu - ibu warga Desa Tanjung Kesuma bertemu untuk membentuk Kelompok Usaha Bersama Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha.

Acara yang diselenggarakan di kediaman Ibu Ani Fitriani Dusun IV Tanjung Kesuma tersebut menyepakati untuk meggulirkan program Simpanan Kebutuhan Hari Raya bagi warga Desa Tanjung Kesuma.

Suyatno (Sekretaris Induk Kube Tunas Kesuma) menyatakan bahwa pembentukan program Simpanan harus mengedepankan kepentingan masyarakat. Kelompok harus bisa menjaga kepercayaan warga masyarakat dengan memiliki aturan main yang jelas, kesepakatan pengurus dan mekanisme kerja yang baik.

Selanjutnya acara diskusi yang fasilitasi oleh Ahmad Khusaini (Pengurus Induk Kube Tunas Kesuma), membahas beberapa hal terkait program ini.
a. Sistem & Mekanisme Kerja
b. Aturan Organisasi
c. Perangkat Kerja

Seluruh yang hadir sepakat bahwa Simpanan Kebutuhan Hari Raya adalah sebagai salah satu cara untuk membantu perekonomian warga masyarakat. Karena ketika seluruh kebutuhan Hari Raya dipenuhi sekaligus, maka akan terasa berat. Dengan adanya simpanan yang di sisihkan setiap minggu, maka kebutuhan Hari Raya terutama Makanan, Kue, Minuman ringan dan sejenisnya bisa menjadi lebih ringan.

Pada acara tersebut berhasil menyusun kepengurusan  Sebagai Berikut:

Ketua : Agustina Murni
Sekretaris : Sulasmi
Bendahara : Ani Fitriani


Anggota :
1. Eka
2. Suheni
3.























Senin, 15 Agustus 2016

Gerakan Tanam Seribu Lusin Batang Pepaya di Desa Tanjung Kesuma


Sabtu, 6 Agustus 2016 Rangkaian Sosialisasi Kemitraan Budidaya Pepaya oleh Pengurus Kube Tunas Kesuma memasuki hari terakhir. Setelah melakukan sosialisasi secara marathon dari Dusun VI Tanjung Kesuma, Pengurus Kube melakukan Sosialisasi hari terakhir di Dusun III Tanjung Kesuma.

Penyerahan Berkas hasil Sosialisasi Kemitraan
Budidaya Pepaya dari Saryono (Wakil Ketua Kube
Tunas Kesuma) Kepada Mulyanto S.Pd.
(Ketua LPMD tanjung Kesuma)
Tim Sosialisasi yang terdiri dari : Saryono, Suyatno SP., Tri Hendro Susanto, S,TP., Dadang Suryana, Ahmad Khusaini dan Pengurus Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Budidaya Pepaya Tingkat Dusun, bahu membahu mengajak warga masyarakat untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan pekarangan dengan tanam Produktif.

Pada akhir acara tersebut, Saryono (Wakil Ketua Kube Tunas Kesuma) menyerahkan berkas-berkas hasil sosialisasi Kemitraan Budidaya Pepaya kepada Mulyanto, S.Pd (Ketua LPMD Tanjung Kesuma.

Foto Bersama Tim  Sosialisasi Kemitraan 
Budidaya Pepaya  Kube  Tunas Kesuma
dengan Tokoh Masyarakat Dusun III T
anjung Kesuma
Hadir dalam acara Sosialisasi ini Miskanto (Kepala Dusun III Tanjung Kesuma), Purwanto, Sumirah dan Karyono (Pengurus Kube Tingkat Dusun III dan TOhok masyarakat Dusun III.

Dari serangkaian kegiatan Sosialisasi di 6 Dusun di Tanjung Kesuma, Tidak salah kemudian jika Kube Tunas Kesuma menargetkan bisa mengajak warga untuk menanam 2000 batang pepaya untuk setiap dusun. Jika di Tanjung Kesuma ada 6 dusun dengan masing-masing dusun menanam 2000 batang pepaya maka jumlah total pepaya yang akan di budidayakan di Tanjung Kesuma mencapai 12.000 batang pepaya ( Seribu Lusin Pepaya).

Antusiasme Warga Dusun III tanjung Kesuma mengikuti
 Sosialisasi Kemitraan 
Budidaya Pepaya
Kube  
Tunas Kesuma