Tampilkan postingan dengan label Pepaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pepaya. Tampilkan semua postingan
Jumat, 14 April 2017
Panen Perdana Buah Pepaya
Senin, 05 September 2016
Cara Membuat Guludan Pada Tanaman Pepaya
Memasuki usia 1 bulan sejak tanam, tanaman pepaya perlu mendapat perlakuan khusus yaitu pembuatan guludan. Tanah di sekitar lubang awal tanaman pepaya perlu di buat guludan. Cara yabg dilakukan adalah dengan menggemburkan tanah di luar lubang tanam (saat tanam dibuat lubang dengan ukuran Panjang 50 x lebar 50 cm dengan kedalaman 40 cm).
Seperti yang dilakukan Salim warga Dusun VI Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, membuat guludan pada tanaman pepaya miliknya yang berumur 1 bulan.
Manfaat Pembuatan Guludan pada Tanaman Pepaya Bangkok
Dalam budidaya pepaya, pembuatan guludan bisa memberikan beberapa kelebihan terutama bagi tanaman pepaya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat pembuatan guludan yang dirangkum dari beberapa sumber.
Fungsi guludan adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengurangi persaingan makanan antara tanaman utama dengan gulma rumput rumputan yang berakar pendek. Guludan ini dilakukan dengan pengurukan tanah sehingga perakaran gulma rerumputan tidak bersaing langsung dengan perakaran tanaman
2. Menyediakan parit parit irigasi sehingga mengurangi erosi tanah dan pupuk pada permukaan tanaman dan mencegah terendamnya akar tanaman
3. Menghambat aliran permukaan
4. Memperbesar penyerapan air ke tanah
1. Untuk mengurangi persaingan makanan antara tanaman utama dengan gulma rumput rumputan yang berakar pendek. Guludan ini dilakukan dengan pengurukan tanah sehingga perakaran gulma rerumputan tidak bersaing langsung dengan perakaran tanaman
2. Menyediakan parit parit irigasi sehingga mengurangi erosi tanah dan pupuk pada permukaan tanaman dan mencegah terendamnya akar tanaman
3. Menghambat aliran permukaan
4. Memperbesar penyerapan air ke tanah
Sedangkan menurut Sukartaatmadja (2004), teras adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang.
Teras berfungsi mengurangi panjang lereng dan menahan air, sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, dan memungkinkan penyerapan air oleh tanah. Dengan demikian erosi berkurang. (Arsyad, 1989).
Menurut Yuliarta et al (2002), manfaat teras adalah mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga daya kikis terhadap tanah dan erosi diperkecil, memperbesar peresapan air ke dalam tanah dan menampung dan mengendalikan kecepatan dan arah aliran permukaan menuju ke tempat yang lebih rendah secara aman.
Beberapa teknik konservasi tanah dengan teras sering adalah : teras bangku, teras kredit, individu. Dari teknik konservasi tersebut di atas salah satu teras guludan merupakan konservasi tanah yang relatif mudah dan murah biayanya. Hal ini lebih dapat di laksanakan oleh petani dengan keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani pada umumnya.
Teras berfungsi mengurangi panjang lereng dan menahan air, sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, dan memungkinkan penyerapan air oleh tanah. Dengan demikian erosi berkurang. (Arsyad, 1989).
Menurut Yuliarta et al (2002), manfaat teras adalah mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga daya kikis terhadap tanah dan erosi diperkecil, memperbesar peresapan air ke dalam tanah dan menampung dan mengendalikan kecepatan dan arah aliran permukaan menuju ke tempat yang lebih rendah secara aman.
Beberapa teknik konservasi tanah dengan teras sering adalah : teras bangku, teras kredit, individu. Dari teknik konservasi tersebut di atas salah satu teras guludan merupakan konservasi tanah yang relatif mudah dan murah biayanya. Hal ini lebih dapat di laksanakan oleh petani dengan keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani pada umumnya.
Source Article:
Source Article: BebasBanjir2015, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/teras-2/
Greenspirit.blogspot.com http://greenspiritblog.blogspot.com/2012/04/upaya-konservasi-di-kawasan-lahan.html
http://scicrea-farm.blogspot.com/2014/02/source-article-bebasbanjir2015.html&ei=RDYrJi_V&lc=id-ID&s=1&m=31&host=www.google.co.id&ts=1473076275&sig=AKOVD65ocIeAlSazT9LEa29ybS4E2qXRNQ
Label:
Bangkok,
Guludan,
Kube,
Pepaya,
Tunas Kesuma
Senin, 29 Agustus 2016
Tumbuh, Bertumbuh dan Pertumbuhan
Bertani adalah kegiatan yang mengasyikan. Kita bisa belajar banyak hal tentang tanah, tanaman dan air. Selain itu kita juga bisa belajar mengaenai pertumbuhan tanaman. Istilah "Pertumbuhan" sering kita sebut. Untuk menggambarkan sebuah perubahan ukuran bentuk dan lain-lain. Namun dalam rangka memperkaya pemahaman, ada baiknya kita membacar Pengertian Pertumbuhan Menurut para pakar yang berasumber dari www.pengertianpakar.com, sebagai berikut :1. Menurut Webster, Pengertian Pertumbuhan adalah proses penambahan ukuran dan pembesaran sel yang progresif yang mencerminkan pertumbuhan protoplasma.
2. Menurut Harjadi, Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah penambahan tinggi tanaman dan jumlah daun serta berat kering yang tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Dari pengertian pertumbuhan tanaman di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah suatu proses penambahan ukuran, penambahan jumlah sel dan penambahan jumlah daun yang tidak akan kembali lagi pada bentuk semulanya.
Ukuran suatu pertumbuhan adalah berat bersih. Berat basah atau berat segar suatu tanaman sangat mudah berubah, tergantung pada kadar air yang dikandungnya. Bila jaringan tanaman mengering maka akan kehilangan berat segarnya. Sekitar 90 persen kandungan bahan kering tanaman merupakan hasil dari fotosintesis. Berat kering tanaman juga memberikan suatu dasar untuk mengamati biji karena nilai energi makanan yang berguna bagi manusia adalah biji, umbi atau akar penyimpanan sangat erat hubungannya dengan berat keringnya. Menurut Gastal dan Durand, Pertumbuhan tanaman dihasilkan dari interaksi antara genome dan lingkungan.
Fase Pertumbuhan TanamanPertumbuhan tanaman terdiri atas 2 fase, yaitu Fase Vegetatif dan Fase Generatif.
Fase pertumbuhan tanaman vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang yang baru. Fase vegetatif ini berhubungan dengan 3 proses penting, yaitu : (1) pembelahan sel, (2) Perpanjangan sel, dan (3) tahap pertama dari diferensiasi sel.
Fase pertumbuhan tanaman generatif terjadi pada pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, buah, bunga dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan, akar-akarnya dan batang yang mempunyai daging. Proses penting yang berlangsung pada fase ini meliputi pembuatan sel-sel yang secara relatif sedikit, penebalan serabut-serabut, pendewasaan jaringan, pembentukan hormon untuk perkembangan kuncup bunga, bunga, buah dan bijinya, pembentukan koloid hidrofilik dan perkembangan alat-alat penyimpanan.
Pertumbuhan tanaman dapat dibedakan menjadi 3 fase, yaitu fase perkecambahan, vegetatif dan generatif. Pertumbuhan awal tanaman lebih banyak menggunakan zat-zat cadangan yang berada di dalam batang. Pertumbuhan vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang. Pertumbuhan generatif terjadi pada pembentukan bunga dan biji. Organ-organ yang mengalami pertumbuhan adalah akar, batang dan daun. Pertumbuhan tanaman yang cepat dan lebat mempengaruhi kadar bahan kering, umumnya pertumbuhan yang cepat pada musim hujan selalu diikuti dengan penurunan kadar bahan kering, sedangkan kadar protein agak meninggi.Menurut Sitompul dan Guritno, pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik akan mempengaruhi proses fisiologi tanaman, sedangkan faktor lingkungan dipengaruhi oleh temperatur, kadar air tanah dan unsur hara. Faktor lingkungan yang paling mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu : (1) Tanah yang memberi unsur hara dan kelembaban, (2) energi penyinaran dalam bentuk panas dan cahaya, dan (3) Udara yang mengakibatkan karbondioksida dan oksigen.
Sekian pembahasan mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman, semoga tulisan saya mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman dapat bermanfaat.
Label:
Kube,
Lampung,
Lampung Timur,
Pepaya,
Tunas Kesuma
Senin, 01 Agustus 2016
Materi Sosialisasi Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Refleksi Sosialisasi Kemitraan Budidaya Pepaya Dusun IV Tanjung Kesuma
| Ahmad Khusaini Memfasilitasi Acara Sosiaslisasi Kemitraan Budidaya Pepaya |
| Suyatno memberikan materi tentang Fakta Pengeluaran Kebutuhan Rumah Tangga, dan perlunya meningkatkan pendapatan Keluarga dengan pemanfaatan Lahan Pekarangan |
| Dadang Suryana memberikan materi tentang Perbandingan KomoditasTanaman Pangan, Tanaman Perkebunan dan Tanaman Hortikultura (Khususnya Pepaya) |
| Warga Antusisas mengikuti Jalannya Sosialisasi |
| Saryono memberikan materi tentang Tatacara dan Teknis Budidaya Pepaya |
Bapak Ibu Saudara Sekalian..
Tidak ada yang sia sia karena Kita duduk Disini
Malam ini. Kita semua Merasakan bahwa Kebutuhan Hidup Kita Terus mengalami
peningkatan. Artinya Kitapun Harus Berusaha meningkatkan pendapatan dengan
berbagai Cara.
Kalau Malam ini kita Mendengar tentang bertanam
Pepaya, Itu Adalah salah satu Upaya untuk memanfaatkan Jengkal demi Jengkal
Sisa Lahan Kita.
Kitapun Sudah belajar bagaimana membandingkan Jenis Tanaman, cara menanam, memelihara hingga memetik buah pepaya. Itu Adalah cara untuk berbudidaya agar kita makin terarah dalam mencapai tujuan bersama.
Kalau Malam ini kita semua mendengar Tentang
Kelompok Usaha Bersama, itu adalah Sebuah Cara agar kita bisa menjalani Proses
ini secara bersama, yang pada akhirnya kita bisa meningkatkan kesejahteraan
Bersama-sama.
Saudara-saudara sekalian, Beberapa Jam lagi kita
akan memasuki Bulan Agustus. 71 Tahun
Lalu Para Pejuang sedang bekerja keras meraih kemerdekaan. Malam ini Kita Semua
Sedang Bersiap Mengisi KEMERDEKAAN dengan Kegiatan Budidaya, Agar Kita Berdaya,
dan Pada Akhirnya Kita Semua Berjaya.
Selamat Berjuang Demi Masa Depan Keluarga Kita
Tanjung Kesuma, Agustus 2016
| Suswanto (Kepala Dusun IV) menyatakan dukungannya atas program kemitraan budi daa pepaya di dusunnya |
|
| Maridi HP. (Tokoh Masyarakat/ MPKT Kesum Dirgantara) menyatakan dukungannya atas dan himbauan kepada warga masyarakat agar mentati semua aturan dalam mengikuti program kemitraan budidaa pepaya |
Label:
Desa Tanjung Kesuma,
Kelompok Usaha Bersama,
Lampung,
Lampung Timur,
Pepaya,
Purbolinggo,
Usaha Bersama
Kamis, 21 Juli 2016
Buah Pepaya, Murah Namun Kaya Gizi
Salah satu alasan mengapa Kube Tunas Kesuma membudidayakan pepaya adalah karena pertimbangan keterjangkauan harga buah pepaya.Buah Pepaya selama ini dianggap buah yang murah sehingga bisa dijangkau oleh siapapun.
Namun demikian perlu kita ketahui bahwa buah pepaya memiliki kandungan gizi yang lengkap. Sehingga layak di konsumsi oleh semua usia
Menurut informasi yang bersumber dari Wikipedia Kandungan Gizi Per 100 g buah Pepaya adalah sebagai berikut:
- Kalori (kcal) 42
- Jumlah Lemak 0,3 g
- Lemak jenuh 0,1 g
- Lemak tak jenuh ganda 0,1 g
- Lemak tak jenuh tunggal 0,1 g
- Kolesterol 0 mg
- Natrium 8 mg
- Kalium 182 mg
- Jumlah Karbohidrat 11 g
- Serat pangan 1,7 g
- Gula 8 g
- Protein 0,5 g
- Vitamin A 950 IU
- Vitamin C 60,9 mg
- Kalsium 20 mg
- Zat besi 0,3 mg
- Vitamin D 0 IU
- Vitamin B6 0 mg
- Vitamin B12 0 µg
- Magnesium 21 mg
Langganan:
Postingan (Atom)

