Kamis, 25 Mei 2017

Menghadapi Hari Raya Tanpa "Keluhan"

Sedikit demi sedikit  Lama lama menjadi bukit, ternyata peribahasa yang menjadi dasar kegiatan anggota Kube Tunas Kesuma. Mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, bisa dibuktikan menjadi cukup untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya.

Kegiatan Kube Tunas Kesuma dalam menyelenggarakan program simpanan hari raya berdasarkan prinsip kesadaran menyimpan uang sisa belanja harian warga.



Penyiapan Barang Kebutuhan Hari Raya Oleh Pengurus Sub Bidang Serba Usaha

Surat Pemberitahuan:

Sehubungan dengan telah berakhirnya Program Pengadaan Kebutuhan Hari Raya Tahun 2017 melalui Simpanan mingguan, maka kami segenap pengurus, kader menyampaikan ucapan Terimakasih atas Kepercayaan Bapak/Ibu saudara/I.
Dengan ini kami menyampaikan pemberitahuan tentang Jadwal Pembagian Barang Kebutuhan Hari Raya sebagai berikut:

1. Wilayah Kec. Purbolinggo  ( Meliputi Anggota warga Desa Tanjung Kesuma, Tegal Yoso, Tanjung Inten & Toto Harjo) & Kec. Way Bungur (Tegal Ombo)

a. Pelaksanaan Pembagian Sembako:

Hari /Tgl: Kamis  1 Juni 2017
Pukul     : 08.00 WIB s/d selesai
Tempat : Balai Desa Tanjung Kesuma


b. Pelaksanaan Pembagian Daging

Hari/tgl : Jum’at, 23 Juni 2017
Pukul     : 14.00 WIB s/d selesai
Tempat : Rumah Kader Masing-masing

2. Wilayah Kec. Way Bungur (Desa Tanjung Tirto)

a. Pembagian Sembako

Hari/tgl : Jum’at, 2 Juni 2017
Pukul     : 09.00 WIB s/d selesai
Tempat : Rumah Ibu Masfufah (Bungur)

b. Pembagian Daging

Hari/tgl : Jum’at, 23 Juni 2017
Pukul     : 14.00 WIB s/d selesai
Tempat : Rumah Kader Masing-masing



Minggu, 14 Mei 2017

BUMDES Artha Jaya Kesuma Mengikuti Lomba Tingkat Provinsi Lampung 2017

Segenap Pengurus & Anggota Kube Tunas Kesuma Mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelaksanaan Penilaian Lomba BUMDES Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2017 Kepada BUMDES Artha Jaya Kesuma Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

Rabu, 10 Mei 2017

Sub Bidang Serba Usaha Mulai Siapkan Sembako Program SImpanan Hari Raya



Pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUBE)Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha Desa Tanjung Kesuma Kec. Purbolinggo Lampung Timur mulai menyiapkan Sembako yang akan dibagikan kepada warga masyarakat yang mengikuti Program Simpanan Hari Raya.

Pada Kamis 11 Mei 2017 pengurus Kube mulai mengemas Gula Putih. Gula Putih adalah salah satu barang yang masuk dalam pogram simpanan hari raya.  Sebanyak 800 kg gula putih akan di distribusikan ke 5 desa kepada anggota yang telah menyimpan uang sejak 10 bulan sebelumnya.

Menurut Ani Fitriani SE. (Bendahara Kube Tunas Kesuma Bidang Serba Usaha), sejak akhir April 2017 pengadaan barang kebutuhan hari raya sudah dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan proses repacking barang. Ia dan pengurus memastikan jadwal pembagian kebutuhan hari raya akan tepat waktu.

Program simpanan Hari Raya yang diselenggarakan KUBE Tunas KEsuam diikuti oleh 405 anggota yang berasal dari 5 Desa di Kecamatan Purbolinggo dan Way Bungur Lampung Timur.

Jumat, 14 April 2017

Panen Perdana Buah Pepaya

Kelompok Usaha Bersama (Kube) Tunas Kesuma melaksanakan Petik Perdana  buat pepaya.


Sabtu, 25 Maret 2017

Silaturahmi Pengurus & Anggota KUBE Tunas Kesuma


Pertemuan Silaturahmi Pengurus  Kube Tunas Kesuma Dengan Anggota Penabung Program Simpanan Hari Raya Wilayah Bungur.

Pertemuan yang dilaksanakan di kediaman Bpk. MukhlisHaris (Kaur Keuangan Desa Tanjung Tirto) ini dihadiri olah 30-an warga Desa Tanjung Tirto.

Dalam acara silaturahmi inj, Sulasmi (Sekretaris Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha) Mengucapkan Terimakasih karena telah berpartisipasi dalam program Simpanan Hari Raya,  sekaligus Membacakan Rencana Kerja  Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha.

Pembagian barang Sembako
1 Juni 2017  Wilayah Purbolinggo
2 Juni 2017  Wilayah Way Bungur
Pembagian Daging dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2017 Wilayah Way Bungur.

Pada pertemuan ini, Dadang Suryana Bendahara Kube Tunas Kesuma. Menyampaikan Ucapan Terimakasih Kepada Kepala Desa dan jajaran Pemerintahan Desa Tanjung Tirto yang telah memberikan izin untuk penyelenggaraab pertemuan ini. Lebih lanjut Dadang mengapresiasi partisipasi Warga Desa Tanjung  Titro dalam Program Simpanan Hari Raya.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi warga dimana setiap hari raya- yang  hanya dua hari- tapi membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu dengan program Simpanan Hari Raya yang berjalan 40 minggu pemenuhan  kebutuhan itu  bisa lebih ringan.

Dadang menegaskan bahwa Kegiatan Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha ini di kontrol langsung oleh Pengurus Induk Tunas Kesuma baik dalam hal organisasi, adminstrasi, pembukuan, mekanisme pengadaan barang hingga pendistribusian barang.


Minggu, 01 Januari 2017

Spirit Tahun Baru Menggagas Program Baru

Merayakan Tahun baru bisa dengan cara  berlibur bersama keluarga. Dalam kebiasaan di perdesaan, liburan tahun baru biasanya digunakan untuk mengunjungi tempat hiburan rakyat.
Obyek wisata pantai masih kerap menjadi pilihan. Selain karena murah, kita bisa mengikutsertakan seluruh anggota keluarga (mulai dari anak anak hingga dewasa).
Hal inilah yang menjadi tema perbincangan santai pengurus KUBE Tunas Kesuma. Perbincangan ini dilakukan dalam silaturahmi mengisi hari pertama tahun 2017.
Beberapa pengurus KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha, Tata Busana dan Pengurus Induk menggagas untuk menyelenggarakan:
1. Membuka simpanan Wisata Tahun Baru 2018. Program ini ditawarkan kepada masyarakat desa Tanjung Kesuma untuk mengisi Tahun Baru 2018.
Dengan menawarkan program simpanan wisata Tahun Baru, diharapkan banyak warga yang bisa mengisi liburan tahun baru secara serentak untuk setiap lingkungan. (KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha)
2. Program Simpanan Pakaian Seragam Sekolah untuk warga yang memiliki anak usia sekolah mulai TK, SD, SMP dan SMA.  (Kerjasama Sub Bidang Serba Usaha dan Sub Bidang Tata Busana)
3. Pengelolaan Bendung untuk kegiatan pemancingan dan wisata air. Tujuannya adalah memanfaatkan potensi berupa embung yang berada di Desa Tanjung Kesuma agar lebih terjaga dan memiliki produktifitas bagi kegiatan desa.

Kamis, 22 Desember 2016

Menganalisa Kebutuhan Warga Mengemas Potensi Desa

Peluang pengembangan kelompok usaha bersama yang didasarkan potensi desa akan memiliki keunggulan.

Sebagai contoh Pengembangan komoditas pertanian dan perkebunan. Karena berbasis pemanfaatan lahan, di perlukan sistem dan mekanisme kelompok yang baik.

Selasa, 13 Desember 2016

Dua Sub Bidang Usaha KUBE Tunas Kesuma Lolos seleksi BUM Desa Artha Jaya Kesuma

Selamat dan Sukses Kepada Pengurus KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Tata Busana dan Sub Bidang Serba Usaha yang lolos seleksi usulan Unit Usaha BUM Desa Artha Jaya Kesuma.

Minggu, 04 Desember 2016

KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Tata Busana

Suaunan Pengurus
Kelompok Usaha Berasama (KUBE) Tunas Kesuma  Sub Bidang Tata Busana

Penasehat:
Kepala Desa Tanjung Kesuma
LPMD Seksi Perekonomian
Ketua KUBE Tunas Kesuma

Pengawas : Sukari
Ketua         : Ujang Riyadi
Sekretaris :  Komarudin
Bendahara : Abun Bunyadi

Seksi Produksi  : Aim , Rahmat Muhaimim,
Seksi Humas dan Publikasi: Dadang Solihin, Dadang Supriyadi, Yogi
Seksi Pemasaran : Chaidir Anwar, Awang

Senin, 26 September 2016

Bank Sayuran: Menelaah Solusi Meramu Potensi Ekonomi Pekarangan Warga

Menanam sayuran di pekarangan, sudah lazim dilakukan oleh warga desa. Hasilnya biasanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga sendiri, atau di bagikan kepada tetangganya. Bagaimana jika setelah kebutuhan sendiri dan dibagikan kepada tetangganya, tanaman sayurannya masih sisa. Apakah Dijual? atau di biarkan saja sayurannya tua di pohon?

Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan Pengurus Kube Tunas Kesuma ternyata sedikit saja warga yang berfikir untuk menjual sayuran (baik berupa daun, buah, umbi atau bagian tanaman lainnya). Faktor utamanya adalah karena jumlahnya dianggap belum layak untuk di jual. "Dijual ke pasar tanggung, di jual ke warung malu", begitu realitas yang terjadi di tengah warga masyarakat.

Atas dasar inilah, saat ini pengurus Kube Tunas Kesuma sedang menggagas konsep Bank Sayuran, yang bertujuan menghadirkan solusi bagi warga yang "malu" menjual 3 ikat bayam potongnya. "Mungkin saja kalau menabung 3 ikat bayam akan merasa bangga dibanding menjual 3 ikat bayam", papar Dadang Suryana (salah seorang penggagas konsep ini).

Konsep ini sedang dalam tahap penjajakan dan pengembangan. "Saat ini sedang dilakukan pendataan warga yang telah memanfaatkan lahan pekarangan, sekaligus jenis sayuran yang telah di budidayakan. Konsep Bank Sayuran akan bisa berjalan dengan satu atau dua komoditas awal yang bisa kontinyu produksinya", papar Suyatno.

Dalam pengembangan konsep ini Pengurus Kube Tunas Kesuma memberi kesempatn kepada para pengembang konsep, warga, dan mitra pemasaran untuk berdiskusi dan melakukan pengujian konsep. Tujuan utamanya adalah meningkatkan nilai dan manfaat lahan pekarangan warga agar lebih produktif.



Jumat, 23 September 2016

Gerakan Menyimpan "Limbah Dompet" Untuk Memenuhi Kebutuhan hari Raya

Setiap hari kita belanja. Setiap belanja mungkin saja menyisakan beberapa ratus rupiah uang kembalian. Jika dikumpulkan uang kembalian ini bisa bertambah banyak jumlahnya.

Pernahkah menghitung berapa sebenarnya sisa uang belanja harian (yang saya sebut sebagai limbah dompet) ?

Jika setiap hari ada kembalian belanja sebanyak Rp. 500,- maka dalam satu tahun (365 hari) jumlahnya adalah sebagai berikut : Rp. 500,- x 365 = Rp. 182.500,-., Jika Rp. 1.000,- = Rp. 365.000,- dan seterusnya.

Limbah dompet dimiliki oleh semua ibu rumah tangga. Ada beragam cara untuk menyelamatkan limbah dompet ini. Ada yang dimasukkan kotak bumbu dapur, di masukkan toples dan lain-lain. Namun demikian jika menyimpan sendiri, ada kemungkinan jika sisa uang belanja tersebut telah genap mencapai jumlah tertentu akan di bawa ke warung lagi untuk belanja berikutnya.

Di perdesaan tidak sedikit ibu-ibu rumah tangga yang masih mengeluhkan persiapan hari Raya Idul Fitri (khususnya untuk kebutuhan kue dan masakan). Atas dasar analisa inilah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha mengajak warga desa untuk menyimpan sisa uang belanja harian melalui Kelompok.

Diprakarsai oleh Ani Fitriani SE., Agustina Murni A.Md., Sulasmi dan beberapa ibu rumah tangga lainnya, hingga 20 septermber tercatat sudah ada 404 ibu rumah tangga yang mendaftarakan diri menjadi anggota kelompok ini.

Rabu, 14 September 2016

5 Manfaat Utama Pemberian Pupuk kandang

Anggota Kube Tunas Kesuma Dusun IV memberikan pupuk
Kandang pada lubang Tanaman Pepaya di Pekarangan rumah
Pemberian Pupuk Kandang sebagai pupuk dasar pada lubang tanam pepaya memiliki beberapa manfaat diantaranya:

1. Meningkatkan Kesuburan Tanah. 
Ketersediaan Unsur Hara Makro Esensial seperti Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K) juga meningkat akibat pemberian pupuk kandang.

2. Meningkatkan  Daya Simpan Air. 
Tingginya kandungan Bahan organik yang ada dalam pupuk kandang, memungkinkan akan meningkatkan kemampuan tanah dalam nengikat air. Hal ini sangat berguna bagi tanaman baru yang rentan terhadap kekeringan.
3. Meningkatkan Porositas Tanah.
Anggota Kube Tunas Kesuma Dusun IV menyiapkan  pupuk 
Kandang untuk mengisi lubang Tanaman Pepaya
 di Pekarangan rumah
Rongga rongga tanah berfungsi sebagai jalan masuknya oksigen ke dalam tanah sangat menunjang penyerapan unsur hara oleh akar tanaman. Adanya aktifotas mikro organisme termasuk cacing tanah dapat membuat porositas tanah meningkat.

4. Memperbaiki Sifat Biologi Tanah.
Unsur hara yang terkandung dalam pupuk kandang, sangat diperlukan oleh tanaman. Sisa Aktifitas mikroorganisme dalam proses  dekomposisi meningkatkan kandungan bahan organik tanah.

5. Memperbaiki Sifat FisikaTanah.
Struktur tanah yang memiliki kandungan bahan organik tinggi, sangat ideal bagi akar tanaman. pertumbuhan akar dan kemampuan menyerap unsur hara bisa berlangsung optimal pada tanah yang remah (tidak berupa bongkahan) akibat penambahan pupuk kandang.

Selasa, 06 September 2016

Tanam Pepaya Tahap 2 dimulai


Pengurus Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Budidaya Pepaya tengah melaksanakan kegiatan persiapan penanaman pepaya tahap ke 2.

Hari ini Selasa (06/09/2016) Pengurus Kube Tunas Kesuma tang terdiri dari Saryono  (Wakil Ketua) dan pengurus Seksi Teknis Budidaya Sugito dan Tri Hendro Susanto menyerahkan Bibit Pepaya kepada Sulaiman (Ketua Kube Tunas Kesuma Dusun V ).

Pada penyerahan itu, Saryono menghimbau kepada pengurus Kube Tingkat Dusun untuk segera melaksanakam penanaman tahap kedua.
Untuk bulan September 2016 Kube Tunas Kesuma Desa Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur menargetkan penanaman 4.000 batang Pepaya di dusun 2, 4 dan 5 Desa Tanjung Kesuma. Seperti diberitakan sebelumnya, sampai dengan akhir bulan Agustus 2016 Kube Tunas Kesuma telah melaksanakan penanaman 2.500 batang pepaya di Dusun 6 Desa Tanjung Kesuma.

Senin, 05 September 2016

Cara Membuat Guludan Pada Tanaman Pepaya

Memasuki usia 1 bulan sejak tanam, tanaman pepaya perlu mendapat perlakuan khusus yaitu pembuatan guludan.

Tanah di sekitar lubang awal tanaman pepaya perlu di buat guludan. Cara yabg dilakukan adalah dengan menggemburkan tanah di luar lubang tanam (saat tanam dibuat lubang dengan ukuran Panjang 50 x  lebar 50 cm dengan kedalaman 40 cm).
Seperti yang dilakukan Salim warga Dusun VI Tanjung Kesuma Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur, membuat guludan pada tanaman pepaya miliknya yang berumur 1 bulan.
Manfaat Pembuatan Guludan pada Tanaman Pepaya Bangkok
Dalam budidaya pepaya, pembuatan guludan bisa memberikan beberapa kelebihan terutama bagi tanaman pepaya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat pembuatan guludan yang dirangkum dari beberapa sumber.
Fungsi guludan adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengurangi persaingan makanan antara tanaman utama dengan gulma rumput rumputan yang berakar pendek. Guludan ini dilakukan dengan pengurukan tanah sehingga perakaran gulma rerumputan tidak bersaing langsung dengan perakaran tanaman
2. Menyediakan parit parit irigasi sehingga mengurangi erosi tanah dan pupuk pada permukaan tanaman dan mencegah terendamnya akar tanaman
3. Menghambat aliran permukaan
4. Memperbesar penyerapan air ke tanah
Sedangkan menurut Sukartaatmadja (2004), teras adalah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang dibuat untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan penggalian dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan pembuatan teras adalah untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sehingga kehilangan tanah berkurang.
Teras berfungsi mengurangi panjang lereng dan menahan air, sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, dan memungkinkan penyerapan air oleh tanah. Dengan demikian erosi berkurang. (Arsyad, 1989).
Menurut Yuliarta et al (2002), manfaat teras adalah mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga daya kikis terhadap tanah dan erosi diperkecil, memperbesar peresapan air ke dalam tanah dan menampung dan mengendalikan kecepatan dan arah aliran permukaan menuju ke tempat yang lebih rendah secara aman.
Beberapa teknik konservasi tanah dengan teras sering adalah : teras bangku, teras kredit, individu. Dari teknik konservasi tersebut di atas salah satu teras guludan merupakan konservasi tanah yang relatif mudah dan murah biayanya. Hal ini lebih dapat di laksanakan oleh petani dengan keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani pada umumnya.
Source Article: 
Source Article: BebasBanjir2015, http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/teras-2/
Greenspirit.blogspot.com http://greenspiritblog.blogspot.com/2012/04/upaya-konservasi-di-kawasan-lahan.html
http://scicrea-farm.blogspot.com/2014/02/source-article-bebasbanjir2015.html&ei=RDYrJi_V&lc=id-ID&s=1&m=31&host=www.google.co.id&ts=1473076275&sig=AKOVD65ocIeAlSazT9LEa29ybS4E2qXRNQ

Senin, 29 Agustus 2016

Tumbuh, Bertumbuh dan Pertumbuhan

Bertani adalah kegiatan yang mengasyikan. Kita bisa belajar banyak hal tentang tanah, tanaman dan air. Selain itu kita juga bisa belajar mengaenai pertumbuhan tanaman. Istilah "Pertumbuhan" sering kita sebut. Untuk menggambarkan sebuah perubahan ukuran bentuk dan lain-lain. Namun dalam rangka memperkaya pemahaman, ada baiknya kita membacar Pengertian Pertumbuhan Menurut para pakar yang berasumber dari www.pengertianpakar.com, sebagai berikut :

1. Menurut Webster, Pengertian Pertumbuhan adalah proses penambahan ukuran dan pembesaran sel yang progresif yang mencerminkan pertumbuhan protoplasma.

2. Menurut Harjadi, Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah penambahan tinggi tanaman dan jumlah daun serta berat kering yang tidak dapat kembali ke bentuk semula.

3. Pengertian Pertumbuhan menurut Goldsworthy, Pertumbuhan adalah kenaikan dalam bahan tanaman, suatu proses total yang mengubah bahan mentah secara kimia dan menambahkannya dalam tanaman. Pertumbuhan tanaman terjadi pada tingkat mikroskopik saat sel membesar dan membelah sehingga terjadi pengembangan bagian tanaman yang dapat terlihat.

Dari pengertian pertumbuhan tanaman di atas, dapat disimpulkan bahwa Pengertian Pertumbuhan Tanaman adalah suatu proses penambahan ukuran, penambahan jumlah sel dan penambahan jumlah daun yang tidak akan kembali lagi pada bentuk semulanya.

Ukuran suatu pertumbuhan adalah berat bersih. Berat basah atau berat segar suatu tanaman sangat mudah berubah, tergantung pada kadar air yang dikandungnya. Bila jaringan tanaman mengering maka akan kehilangan berat segarnya. Sekitar 90 persen kandungan bahan kering tanaman merupakan hasil dari fotosintesis. Berat kering tanaman juga memberikan suatu dasar untuk mengamati biji karena nilai energi makanan yang berguna bagi manusia adalah biji, umbi atau akar penyimpanan sangat erat hubungannya dengan berat keringnya. Menurut Gastal dan Durand, Pertumbuhan tanaman dihasilkan dari interaksi antara genome dan lingkungan.

Fase Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan tanaman terdiri atas 2 fase, yaitu Fase Vegetatif dan Fase Generatif.
Fase pertumbuhan tanaman vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang yang baru. Fase vegetatif ini berhubungan dengan 3 proses penting, yaitu : (1) pembelahan sel, (2) Perpanjangan sel, dan (3) tahap pertama dari diferensiasi sel.

Fase pertumbuhan tanaman generatif terjadi pada pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga, buah, bunga dan biji atau pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan, akar-akarnya dan batang yang mempunyai daging. Proses penting yang berlangsung pada fase ini meliputi pembuatan sel-sel yang secara relatif sedikit, penebalan serabut-serabut, pendewasaan jaringan, pembentukan hormon untuk perkembangan kuncup bunga, bunga, buah dan bijinya, pembentukan koloid hidrofilik dan perkembangan alat-alat penyimpanan.

Pertumbuhan tanaman dapat dibedakan menjadi 3 fase, yaitu fase perkecambahan, vegetatif dan generatif. Pertumbuhan awal tanaman lebih banyak menggunakan zat-zat cadangan yang berada di dalam batang. Pertumbuhan vegetatif terutama terjadi pada perkembangan akar, daun dan batang. Pertumbuhan generatif terjadi pada pembentukan bunga dan biji. Organ-organ yang mengalami pertumbuhan adalah akar, batang dan daun. Pertumbuhan tanaman yang cepat dan lebat mempengaruhi kadar bahan kering, umumnya pertumbuhan yang cepat pada musim hujan selalu diikuti dengan penurunan kadar bahan kering, sedangkan kadar protein agak meninggi.

Menurut Sitompul dan Guritno, pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik akan mempengaruhi proses fisiologi tanaman, sedangkan faktor lingkungan dipengaruhi oleh temperatur, kadar air tanah dan unsur hara. Faktor lingkungan yang paling mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu : (1) Tanah yang memberi unsur hara dan kelembaban, (2) energi penyinaran dalam bentuk panas dan cahaya, dan (3) Udara yang mengakibatkan karbondioksida dan oksigen.

Sekian pembahasan mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman, semoga tulisan saya mengenai pengertian pertumbuhan tanaman dan fase pertumbuhan tanaman dapat bermanfaat.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha Evaluasi Bulanan

Pengurus Kube Tunas Kesuma melaksanakan pertemuan evaluasi program Simpanan Hari Raya.
Dalam satu minggu sejak program simpanan hari ini ditawarkan, sudah ada 150 anggota  terdaftar.
Dalam rapat yang di buka oleh Sulasmi (Sekretaris) dibahas tentang alur dan mekanisme kerja, dan perlengkapan administrasi kelompok.

Rabu, 24 Agustus 2016

Gerakan Tanam 1000 Lusin Batang Pepaya di Tanjung Kesuma

Berapa jumlah uang  yang berasal dari kantong Warga Desa kemudian berpindah dan kemudian beredar Kota besar. Setiap hari warga desa membutuhkan bahan bakar, produk kebutuhan sehari hari dan kebutuhan pokok lainnya. Mereka membelanjakan uang ke warung, ke pasar yang emudian itu mengalir ke perkotaan sebagai sentra industri.

Sebagian besar produk yang dibeli diproduksi tidak diperdesaan. Artinya uang yang dibelanjakan warga untuk.memenuhi kebutuhan hidup sehari hari sebagian besar akan mengalir ke pusat2 industri, pusat kegiatan ekonomi yang sebagia besar berada di wilayah perkotaan.

Sementara warga desa lebih banyak memproduksi bahan baku dari hasil bumi (bahan pangan, ternak, sayur mayur dll.).

Saya secara pribadi tergelitik dan ingin tau seimbangkah aliran uang masuk ke warga desa, dengan yang harus dikeluarkan warga desa setiap hari. 

Jika terjadi keseimbangan (sama antara aliran uang masuk dan keluar desa, maka says sebut seimbang. Berarti daya beli warga desa masih bisa disebut baik.

Namun bagaimana jika ada kenaikan harga barang? Jika uang masuk ke desa itu tetap, maka bisa dipsebut daya beli warga desa sedang melemah. Karena uang tersedia jumlahnya tetap, sementara harga beragam barang mengalami kenaikan.

Karena saya bukan ahli ekonomi, tentu saya bukan sedang meneliti secara detil tentang daya beli masyarakat. 

Saya lebih memikirkan bagaimanakah cara meningkatkan produktifitas warga masyarakat desa, agar bisa memproduksi sesuatu yang bernilai uang sehingga uang yang masuk ke sebuah wilayah makin membesar.

Kalau berbicara tentang bidang pertanian, satu satunya cara untuk mendongkrak produktifitas hasil pertanian adalah dengan melakukan intensifikasi lahan pertanian. 

Dalam intensifikasi, Warga dapat Memilih komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dari komoditas yang telah dibudidayakan selama ini. Selain itu intensifikasi juga bisa dilakukan dengan memperbanyak ragam jenis tanaman dalam satu hamparan budidaya. Dengan makin intensifnya budidaya, maka produktifitas lahan bisa ditingkatkan.

Gerakan Pemanfaatan lahan 
Pekarangan warga dengan jenia tanaman produktif, menjadi salah satu tujuan peningkatan produktifitas lahan, sekaligus membuat daya beli masyarakat terjaga.

KUBE Tunas Kesuma Desa Tanjung Kesuma menargetkan bisa menanan 12.000 batang pepaya. Untuk menjamin mekanisme pelaksanaan kegiatan ini berjalan, Kube Tunas Kesuma Induk telah menempuh beberapa upaya diantaranya:

1. Sosialisai Kemitraan Budidaya Pepaya yang dilakukan di setiap dusun (sebanyak 6 Dusun) di Desa Tanjung Kesuma.

2. Membuat acara Pencanangan Gerakan pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Tanam Perdana Pepaya yang melibatkan Unsur Pemerintah Kab. Lamtim (Dinsosnakertrans ), Anggota Legislatif, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan berbagai elemen masyarakat.

4. Telah melakukan penanaman tahap 1 2.500 batang pepaya di Dusun VI Tanjung Kesuma (selesai pertengan Agustus 2016). Dilanjutkan dengan Rencana Tanam Tahap 2 sebanyak 4.500 batang (September 2016) dan 5.000 batang untuk tahap ke 3 (Oktober 2016).

5. Menjalin dan menguatkan kerjasama dengan pihak pemasaran buah pepaya, sebagai jaminan bahwa kemitraan budidaya pepaya yang diselenggarakan Kube Tunas Kesuma ini adalah program uang memiliki prospek jangka panjang.

Ilustrasi sederhana:

Jika terealisasi12.000 batang pepaya dengan produktifitas 100 kg/batang per tahun dengan asumsi harga pepaya = Rp 1.000 /kg maka setiap batang menghasilkan Rp. 100.000,-/tahun. Jika di kalikan 12.000 batang maka jumlah hasil pepaya yang dihasilkan warga desa Tanjung Kesuma bisa mencapai Rp. 1,2 Milyar /tahun. Uang ini adalah milik warga yang menanam pepaya dan secara otomatis akan mengalir masuk ke desa.  

Dengan demikian sangat bijaksana jika Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan tanaman produktif didukung oleh berbagai pihak terutama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Instansi terkait. Dukungan yang dihatapkab warga masyarakat ini lebih diutamakan dukungan penguatan kelembagaan, manajemen kelompok, dan penguatan sistem pemasaran. 

Tak kalah penting adalah pembinaan pada bidang teknis budidaya, penangan pasca panen dan diversifikasi produk olahan pepaya perlu mendapat perhatian. 


Penulis:
Suyatno,SP.
1. Pengurus Seksi Pereknomian Rakyat di Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tanjung Kesuma
2. Sekretaris Forum Pemberdayaan Masyarakat "Cemerlang Bersama" Lampung Timur.
3. Petani Pepaya

Pendaftaran Anggota Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha di Mulai

Ani Fitriani sedang Melayani Pendaftaran Anggota
KUBE Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha (Dok. DS)
Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha telah memulai kegiatan pendaftaran Simpanan Kebutuhan hari Raya 1438 H atau tahun 2017. Menurut Ani Fitriani (bendahara Kube Tunas Kesuma Sub Bidang Serba Usaha), Sejak diluncurkannya Program Simpanan Kebutuhan Hari Raya minggu lalu, antusias warga msyarakat Desa Tanjung Kesuma dan desa sekitarnya cukup bagus. Setiap hari ia selalu menerima pendaftaran anggota baru.

Menurut Ani Fitriani, Simpanan Kebutuhan Hari Raya terbuka untuk warga masyarakat, yang ingin menyimpan uang untuk persiapan Hari Raya tahun mendatang. Ani menyebutkan dalam penawaran yang di berikan oleh Kube kepada Warga masyarakat, di sediaakan aneka kebutuhan hari raya seperti Kue Basah, Kue Kering, Biskuit dan beberapa camilan khas lebaran. Sedangkan pada kebutuhan Sembako disediakan Terigu, Gula, Minyak Goreng, mentega dan lain-lain. Tak ketinggalan meinuman ringan khas lebaran juga disediakan.

Suprihatin Warga Dusun II Tanjung Kesuma udai melakukan
Pendaftaran Anggota 
KUBE Tunas Kesuma
Sub Bidang Serba Usaha (Dok. DS)
Ani menambahkan bahwa warga yang berniat menyimpan uang di Kelompok dapat memilih jenis barang yang dibutuhkan nanti pada saat hari raya. Setelah warga memilih, kemudian di hitung jumlah uang yang akan disimpan di kelompok dalam setiap minggu. Ani menyebutkan bahwa program Simpanan ini akan berlangsung selama 40 Minggu terhitung sejak Minggu ketiga Agustus 2016 dan akan selesai pada pertengahan Juni 2017.

Menurut Ibu tiga orang anak ini, besar simpanan warga bervariasi mulai Rp. 10.000,-  hingga Rp. 30.000,- per Minggu. Berapapun nilainya tidak masalah bagi Kelompok, yang penting warga mulai menyadari bahwa jika kebutuhan Hari Raya jika dikeluarkan sekaligus akan membebani pengeluaran warga. Atas dasar inilah Program Simpanan Kebutuhan Hari Raya, bisa menjadi sarana mengatasi beban pengeluaran Hari Raya yang biasanya di keluarkan sekaligus menjelang hari raya.